Pasca Peluncuran, Program LAKU JOGJA Mulai Laksanakan Pendampingan UMKM

Yogyakarta, 16 Oktober 2026 — Setelah resmi diluncurkan, Program LAKU JOGJA (Langkah Akselerasi Kemandirian UMKM) mulai melaksanakan kegiatan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terpilih. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di Ruang I HiLead, Gedung Noeng Muhadjir Lantai 8, Kampus 1B Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Program LAKU JOGJA merupakan kolaborasi Kantor Urusan Bisnis dan Investasi (KUBI) UAD, Ahmad Dahlan Innovation and Research (AIR) UAD, Lazismu Kota Yogyakarta, dan Lazismu Umbulharjo. Program ini dirancang untuk mendukung penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan yang berfokus pada pola pikir kewirausahaan serta pengelolaan dan pengembangan usaha.
Pada pelaksanaan pendampingan perdana ini, sebanyak 10 UMKM terpilih mengikuti kegiatan, yaitu Agifa Roti, Angkringan Ibu Sefi, Ayam Geprek Uni Ratna, Dewi Souvenir, Dimsum/Shandi Kenik, Drink n Eat, Es Degan Mas Adi, Omah Snack, Peyek Joglo, dan Salmara Madu.
Materi pertama, Mindset Wirausaha, disampaikan oleh Dr. Lu’lu’ Nafiati, S.E., M.Sc. Materi ini mengajak peserta untuk membangun pola pikir kewirausahaan, menetapkan tujuan usaha, serta memahami dan memperjelas model bisnis yang dijalankan. Penguatan pola pikir tersebut menjadi salah satu fondasi penting bagi pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan dan menentukan arah pengembangan usahanya.
Selanjutnya, materi Penguatan Model Bisnis UMKM disampaikan oleh Beni Suhendra Winarso, S.E., M.Si. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pencatatan keuangan sederhana, perhitungan harga pokok produksi (HPP), penetapan harga jual, penghitungan keuntungan, hingga pengelolaan arus kas. Peserta juga diarahkan untuk merencanakan pemanfaatan bantuan usaha secara tepat agar dapat mendukung keberlanjutan dan pengembangan bisnis.
Melalui pendampingan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan usaha sehari-hari, mengidentifikasi potensi bisnis, serta menyusun langkah pengembangan usaha secara lebih terarah dan terukur.
Kolaborasi dalam Program LAKU JOGJA menjadi wujud sinergi antarlembaga dalam mendorong kemandirian dan penguatan kapasitas UMKM. Ke depan, pendampingan ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha mengembangkan bisnis yang lebih terencana, berdaya saing, dan berkelanjutan. (nn)






